Hampir dua pekan silam, sewaktu pulang selepas tengah malam dari tempat seorang teman, saya menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah gerai minimarket 24 jam di bilangan Kentungan. Sedikit banyak karena tergoda efek visual tempat kecil tersebut, yang berwarna merah menyala lagi terang benderang. Tapi, sejujurnya karena saya memang sedang ngidam bir dingin he…he…he… Baca entri selengkapnya »
Minimarket 24 Jam
25 02 2009Komentar : Tinggalkan sebuah Komentar »
Kaitkata: 24 jam, bir, jogja, kondom, malioboro, minimarket, nonstop, rokok, siang-malam
Kategori : Bla...bla...bla...
Pedas Menyengat Ala Sambal Bawang Pak Bro
7 02 2009Terbakar. Ya, sehabis bersantap saya memang merasakan mulut, wajah, juga jari-jemari tangan kanan saya jadi seperti terbakar saja. Untuk mencoba meredakannya, saya sampai perlu menenggak segelas es teh plus segelas air putih, merendam tangan beberapa lama di mangkuk kobokan, pula menyeka sekeliling bibir, ujung hidung, kening dan dahi dengan lima atau enam lembar tisu. Wuah, kepedesan…kepedesan…

warung sambal bawang pak bro
Begitulah yang masih saya ingat tentang kunjungan pertama saya ke sebuah tempat makan pinggir jalan di bilangan Kentungan, Jogja. Warung makan yang menyediakan aneka lauk dari mulai ayam, jerohan, telur dadar, aneka ikan, juga tempe dan tahu ini kebetulan memang memiliki sambal bawang yang —menurut ukuran lidah Jawa saya— begitu pedas sebagai teman makan pengunjung mereka. Sang pemilik bahkan menjadikan sambal bawang sebagai menu andalan serta sekaligus ciri utama dari warungnya. Setidaknya itu bisa dilihat jelas pemilihan titel “Sambal Bawang Pak Bro” sebagai nama dari warung ini.
Komentar : 2 Komentar »
Kaitkata: jogja, pak bro, pedas, sambal, sambal bawang, warung makan
Kategori : Lawat dan Hinggap
Sepotong Kisah tentang Kebun Teh Kemuning
7 02 2009Pada lereng barat laut Gunung Lawu, berjarak sekitar 35 kilometer arah timur dari kota Solo, terdapat sebuah daerah perkebunan teh. Nama dari tempat itu adalah Kebun Teh Kemuning. Nama ini memiliki ketekaitan dengan nama salah satu desa yang ada di kawasan tersebut, yakni Desa Kemuning, tempat dimana sebagian areal kebun terhampar, juga tempat dimana bangunan pabrik pemrosesan teh berdiri. Perkebunan teh dengan luas sekitar 483 hektar ini termasuk di dalam wilayah Kabupaten Karanganyar, dan tercatat di bawah pengelolaan sebuah perusahaan bernama P.T. Rumpun Sari Kemuning.


panorama kebun teh kemuning di lereng gunung lawu, karanganyar
Saya sejauh ini telah empat kali menyambangi kebun teh di perbatasan Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Jenawi itu. Kunjungan kali pertama adalah pada awal Juni 2005, sedangkan kunjungan terakhir terjadi pada awal Juli 2008 silam. Seluruh kunjungan saya di kebun teh tersebut pada dasarnya lebih merupakan acara singgah. Ini karena tujuan asli saya dalam keempat kunjungan itu adalah selalu Candi Cetho, 7 kilometer sebelah timur laut dari Kebun Teh Kemuning.
Komentar : Tinggalkan sebuah Komentar »
Kaitkata: kebun teh, kemuning, lawu
Kategori : Lawat dan Hinggap